Account / Rekening Internet:

1. Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
2.

Mengejar 100jt dalam kepastian

Selasa, 13 April 2010

Jika anda terjepit dan terdesak, terhadap situasi permasalahan keuangan dan tidak tau harus kemana untuk mengadu dan meminta tolong

BERANIKAH ANDA?
untuk melakukan perubahan

Saat uang harus anda raih, beranikah anda menerima tawaran saya untuk bekerja semaksimal mungkin. agar apa yang anda inginkan terwujud dengan mendapat uang senilai
dapat uang = 100.000.000
(hasil kerja keras anda)
dan anda bisa mendapatkannya berulang ulang
bergabunglah bersama kami:

Hubungi: minatkerja77@yahoo.co.id (rudy: 081.233.706.567)

7 KESALAHAN dalam bergabung dengan MLM

Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM, dimana seorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi ’super star’ dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat ’seorang’ yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan ‘orang tersebut’ tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.

Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses Yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.

Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya “7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda.”

OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:

1.Anda menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras.
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para distributor sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.

Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan mengatakan: “Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?” Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. “Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya”

Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semuasystem: manajemen, produk, system bonus, dan training.

Meskipun ada system spillover dimana Anda bisa mendapat downline gratis, tapi itu bukanlah satu-satunya yang menjamin kesuksesan Anda. Sistem spillover hanya mempermudah namun tidak menjamin. Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Saya yakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.

2.Anda tidak memiliki target yang jelas!
Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?
Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
- Ingin dapat uang
- Bonus yang besar
- Sebanyak-banyaknya.

Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. “Bagaimana kalau tidak tercapai?” Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?

Herman, seorang distributor MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan ‘komitmen’ tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan ‘komitmennya’ 3 bulan lewat 10 hari. “Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?” olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: “Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi.”
Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.
Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya “21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader” mengatakan: “Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams).”

Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda miliki untuk sekarang menjadi ‘happy’? Dengan kata lain, begitu Anda memulai bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?

3.Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai
Meski bisnis Triple-s hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.
Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?
Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Triple-s. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.

4.Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru:
Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: “Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula.”

Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana ‘resep’ dan strategi mereka hingga mencapai sukses.

5.Anda terjebak dalam “Management Trap”
Sebetulnya ada 2 macam “management trap” yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor keBisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk ‘memberikan servis’ agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori distributor baru dan memberikannya kepada distributor yang ‘malas, diorganisasi kita dengan harapan mereka akan ‘termotivasi’ untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.

Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Sering seorang Distributor memohon ‘beri saya downline dong, biar semangat.’ Seharusnya distributor tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar distributor merengek ‘upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.’ Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur uang pendaftaran, dll.

Seorang distributor sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua distributor sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. “Saya lebih berkonsentrasi membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya.” Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari Rp. 1 Milyar per bulan. “

Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan.” Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan Rp. 1 Milyar???? Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: “Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali.” Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.

Sebagian besar dari organisasi Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda “pensiun kaya”. “Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini,” kata Stefanus, penghasil bonus bulanan $400,000+. “Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama.”

Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya ‘expired’ atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka ‘mantan’ upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis ’sukarela’ dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar distributor tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.

Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramah-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.

6.Anda tidak mempunyai komitmen.
Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda.Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.

Kenapa distributor dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan, bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki organisasi yang berjalan sesuai dengan sistem.

‘Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?.” Begitu kira-kira alasan klasik distributor. Tapi pernahkah kita berpikir:’Bonus teman saya besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?

‘Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.

Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap target Anda sendiri. Istilahnya: It’s now or never!

Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai target, kita akan kembali bersemangat.

Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.

7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:

a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah “product of the products”
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
c. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara online.
d. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut diatas.

Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? tanpa mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.

Tapi selama mereka mempercayai dan mengkonsumsi produk, Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah “kunci utama” apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar “uang pensiun” Anda tersebut).

Seringkali distributor MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi, apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang distributor mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak distributor yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga bagaimana perkembangan organisasi MLM distributor tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa distributor tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON DISTRIBUTOR, bukan untuk distributor yang sudah aktif. Bagi seorang calon distributor, presentasi seperti apapun adalah BARU.

Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana distributornya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. “Anda bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali. Ratusan kali,” katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu organisasi yang berkembang terus.

Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri, sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh organisasi Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.

Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan “kesalahan” klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLM seperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.

Anthony Robbins selalu mengatakan: “Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement.” Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.
Disadur dari Apriansyah

data dari: http://www.situsmlm.com

MLM pluang di masa SULIT

DS-MLM ( Direct Selling Multi Level Marketing) merupakan system pemasaran yang berasal dari Amerika dan berkembang pesat di Indonesia sejak 10 tahun terakhir. Selain di Indonesia bisnis MLM juga berkembang di negara Asia lainnya.
Di Jepang salah satu perusahaan MLM yaitu Amway Japan Ltd saat ini merupakan perusahaan asing nomor dua terbesar dinegeri itu. Di negara itu terdapat 1.100.000 distributor Amway artinya 1 diantara sekitar 120 orang Jepang adalah distributor Amway yang independen.
Negara ketiga terbesar di dunia dalam bisnis MLM adalah Korea Selatan . Di negara Asia Timur/Tenggara lainnya yang juga mengalami perkembangan pesat seperti Thailand, Malaysia, Taiwan, Hongkong dll.

Kesuksesan MLM dibeberapa negara Asia tersebut karena sesuai dengan budaya masyarakat yang komunal dan memiliki social cohesiveness ( nilai-nilai kekeluargaan ) yang cukup tinggi. Dimanapun bisnis ini berjalan konsep keeratan sosial selalu diterapkan.
Sosiolog dunia Rich De Vos dalam bukunya Compassionate Capitalism (Kapitalisme dengan kepedulian Sosial) mengatakan bantulah orang lain untuk dapat membantu dirinya sendiri. Membantu orang lain untuk sukses merupakan langkah awal dan kunci kesuksesan bisnis MLM.
Mulanya produk yan diperdagangkan dengan system ini hanyalah produk yang dipakai habis seperti sabun, deterjen, pembersih lantai dan sejenisnya. Tetapi dalam perkembangannya produknya berkembang menjadi alat-alat rumah tangga, kosmetika, makanan kesehatan, busana, tas dan lain sebagainya.


MLM adalah bisnis dari orang ke orang atau karena adanya networking (jaringan) dan hal itu tidak asing lagi dalam budaya Asia.
Teori perilaku konsumen yaitu market embededness yang mengatakan bahwa manusia akan memperoleh value bila dia membeli dari orang yang sudah dikenalnya. Orang bukan hanya memiliki rasa percaya dari orang yang sudah dikenalnya tetapi juga ingin menanamkan budi atau mungkin membalas budi. Maka dari itu wajar bila perdagangan dalam komunitas lebih besar jumlahnya ketimbang perdagangan antar komunitas.
Apakah direct selling MLM memang lebih cocok untuk masyarakat Asia, tentu memerlukan penelitian lebih lanjut. Mengingat di negara Amerika, beberapa Eropa, New Zealan dan Australia bisnis ini juga berkembang pesat.

Dari data WFDSA(Word Federation of Direct Selling Associations)total penjualan MLM di seluruh dunia meningkat hampir 100% .Tahun 1988 angkanya baru US$ 33 milyar sementara tahun 1992 menjadi hampir US$ 63 milyar.Pelaku yang terlibat juga membengkak dari 8,5 juta menjadi 13 juta orang.
Pada prinsipnya MLM adalah penjualan langsung dari produsen pada konsumen. Produsen dengan cerdik memotong jalur distribusi yang biasanya berupa distributor, agen, toko dll. Dengan demikian biaya distribusi menjadi rendah disamping itu biaya lain yang juga diefisienkan adalah biaya promosi.
Melalui system MLM produsen tidak perlu mempromosikan produknya melalui media massa yang biayanya selangit. Karena “bintang iklannya adalah para konsumen yang kemudian direkrut menjadi agen.

Media promosi pun bukan televisi, Koran, majalah dan sebagainya tetapi kelompok-kelompok arisan, pertemuan-pertemuan keluarga, bahkan orang per orang ditempat-tempat menyenangkan seperti restoran, kafe dan sejenisnya. Semuanya produsen tidak perlu mengeluarkan biaya.
Karena itu mereka yang berhasil mencapai tingkat tertinggi di perusahaan MLM tidaklah banyak. Menurut sebuah sumber dari sebuah perusahaan MLM dari 300.000 anggota yang mencapai tingkat tertinggi hanya 50 orang atau 0,017%, di perusahaan MLM lainnya dari 50.000 anggota aktif hanya 18 orang yang sukses atau 0,036%.
Walaupun relatif kecil angka kesuksesannya bisnis ini dapat berkembang pesat di Indonesia karena para pekerja banyak yang memiliki waktu luang, penghasilan masih minim dan kesempatan kerja yang langka.

Dengan tingginya minat masyarakat mengikuti bisnis MLM ini maka bermunculanlah banyak MLM gadungan yang sudah banyak makan korban seperti YKAM di Jakarta, Kospin di Sulawesi dan beberapa di Medan, Pekanbaru. Bagaimanapun ini membuat nama MLM menjadi rusak, dihujat, dibenci dan dijauhi.
Bagaimana membedakan antara yang gadungan dan yang benar? Memang harus diteliti dan waspada karena prinsip kedua MLM itu sama, sama-sama menggunakan prinsip dwon line dan pyramid.
Yang pertama dicermati apakah MLM ini menawarkan suatu “rejeki nomplok” setelah anda menyetor sejumlah uang tanpa menerima suatu produk atau kalaupun ada produk yang diberikan kwalitas dan kwantitasnya tidak setara dengan dana yang diminta untuk disetor.
Misalnya anda diminta ikut menjadi anggota dengan menyetor uang Rp 500.000,-untuk seperangkat kosmetika dari suatu merek yang tidak ada dipasaran. Coba ditaksir berapa harga paket kosmetika yang anda terima.

Mungkin saja perkiraan anda semua produk itu bernilai Rp100.000,- Dititik ini seharusnya anda curiga karena diawalnya saja anda sudah rugi Rp 400.000,-
Biasanya orang terlena karena dijanjikan akan menerima separuh uang setoran itu jika berhasil mencari dua orang lain untuk ikut menjadi down line pertama, lalu kalau kedua anggota itu berhasil pula mencari masing-masing dua orang down line kedua, anda akan mendapat uang separuhnya lagi.
Berarti setoran anda sudah kembali modal. Janji berikutnya kalau empat orang down line kedua itu berhasil mendapatkan masing-masing dua orang lagi Anda akan mendapat bonus.
Coba simak kecurangan praktek ini pada awalnya anda sudah dirugikan Rp 400.000,-? Untuk mengganti kerugian yang Anda derita, Anda mencari lebih banyak orang untuk “diajak rugi”.
Kalau berhasil, kerugian Anda akan tertutup sedang sipenyelenggara mendapat untung sebagiannya. Pada pihak yang Anda ajak bergabung kalau ingin modalnya kembali, juga harus mencari “korban baru” minimal enam orang. Begitulah seterusnya hingga praktek “rugi merugikan” ini menjadi rantai yang panjang.

MLM murni berjalan cukup fair.Harga produk yang ditawarkan atau uang yang diminta disetorkan relatif seimbang dan masuk akal.
Penyelenggara atau agennya (A) mula-mula akan menawarkan pada calon anggotanya (B) untuk membeli suatu produk entah itu diterjen, sampo, busana atau tas. Bila B membeli statusnya masih konsumen biasa.
Bila B berminat untuk ikut menjual produk-produk itu kepada kenalan, keluarga, atau siapa saja dia bisa direkrut menjadi down line dari jaringan A. Untuk itu B Harus membayar uang keanggotaan atau membeli alat peraga .
Sejak itulah B menjadi jaringan A kemudian bisa menjual dengan mendapat diskon atau mencarikan anggota lain sebagai jaringan dibawahnya.
Setiap penjualan yang dilakukan B, A pun akan mendapat komisi walaupun jumlahnya tidak sebesar yang diterima B. Begitulah seterusnya. Semakin aktif para pembeli yang merangkap menjadi agen di dalam suatui jaringan akan semakin besar pula komisi atau bonus yang akan diterima oleh A. Inilah system MLM yang benar dan diakui.
Untuk dapat membedakan MLM yang benar dapat juga dilakukan dengan mencari tahu apakah MLM tersebut tergabung dalam keanggotaan APLI ( Asosiasi Penjual Langsung Indonesia), suatu organisasi yang menghimpun para penyelenggara MLM di Indonesia dan diakui pemerintah atau tidak. Memang tidak semua MLM yang baik menjadi anggota APLI.

Pada saat seseorang bergabung dengan perusahaan MLM, pada dasarnya ia telah memilih bisnis MLM sebagai profesi. Sama halnya ketika seseorang memilih suatu pekerjaan. Bedanya ketika memasuki bisnis MLM ia memilih sebagai pekerjaan kedua, pekerjaan tambahan atau pekerjaan alternatif sebelum memutuskan menjadikan bisnis MLM sebagai karier jangka panjang atau sebagai pekerjaan tetap.
Kata kunci pertama yang ditekankan pertama kali merekrut agen baru adalah “kerja santai” dan “duit banyak” karena dapat dikerjakan sambil lalu, disela-sela waktu senggang,cukup merekrut orang-orang dekat dan famili, setelah punya down line banyak duit terus mengalir masuk kocek kita.
Untuk lebih meyakinkan calon kadernya ditampilkan orang-orang yang sukses sebelumnya, menceritakan kisah sukses mereka serta hasil-hasil (biasanya dalam bentuk materi) yang sudah mereka dapat.
Sehubungan propaganda pelaku MLM tersebut, benarkah bisnis ini bisa dilakukan dengan santai sekedar mengisi waktu luang?
Kita coba melihat tingkat keberhasilan tertinggi di perusahaan MLM. Menurut sebuah sumber dari sebuah perusahaan MLM dari 300.000 anggota yang mencapai tingkat tertinggi hanya 50 orang atau 0,017%, di perusahaan MLM lainnya dari 50.000 anggota aktif hanya 18 orang yang sukses atau 0,036%.

Walaupun relatif kecil angka kesuksesannya bisnis ini dapat berkembang pesat di Indonesia karena para pekerja banyak yang memiliki waktu luang, penghasilan masih minim, kesempatan kerja yang langka dan masih banyak orang yang bermental ingin punya duit banyak dengan kerja ringan.
Karena itu bila melakukan bisnis MLM dengan santai atau sekedar iseng maka penghasilan yang didapatnya juga sekedarnya. Mereka yang berhasil baik dan mendapat bonus seperti yang dicontohkan maka ia harus bekerja keras dan memang serius menekuni bisnis ini..
Pada suatu titik dimana dia sudah memiliki dwon line banyak kegiatan MLM ini tidak mungkin dilakukan paruh waktu. Dia harus memilih pekerjaan kantor atau full time di MLM.

Kaya lewat perjalanan wisata anda

Kamis, 08 April 2010

*** BISNIS ERA BARU *** 
membuat kaya, lewat perjalanan wisata anda, dengan sentuhan teknologi

Backing Financial Perusahaan
TVI dimodali oleh sebuah grup prestise yang mempunyai banyak bisnis yang sukses diseantero dunia.
Travel Ventures International(TVI)
Mengawali usaha dengan sebuah tim Entrepreneurs yang sangat sukses yang telah berpengalaman di banyak industri termasuk Perjalanan dan Wisata, Real Estate, Tehnologi Informatika, Pelatihan, dengan pengalaman utama di industri Network Marketing

Belum pernah terjadi sebelumnya di Dunia Network Marketing.!
Omset penjualan $3 juta USD hanya di bulan pertama pada saat pre-launch (January 2009)
TVI launch di 10 negara!
Saat ini sudah berada di 160 negara dan terus bertambah.

TVI mengkombinasikan tiga tren bisnis yang paling pesat pertumbuhannya dan paling populer menjadi satu konsep bisnis yang saling menguatkan diantara ketiganya.
1. Perjalanan and Tourisme
2. Internet
3. Penomena bisnis berbasis rumahan

“Hidup sekali seakan tak cukup bagi seorang Pengeliling dunia. Terlalu banyak yang bisa dilihat, dirasakan dan dialami di tempat-tempat berbeda di seluruh penjuru dunia ini.”
TVI menyiapkan sebuah platform untuk anda mengambil langkah pertama menuju dunia yang sama sekali baru, dunia tentang peluang usaha, kemewahan, perjalanan wisata dan kebebasan finansial.

MANFAAT TVI
TVI Express akan membantu anda untuk menikmati liburan terbaik sepanjang hidup anda, membawa anda ketempat-tempat yang selama ini hanya ada dalam mimpi, dan memberi anda sebuah peluang penghasilan ribuan dollar setiap minggunya.
Tidak penting siapa anda, apa pekerjaan anda atau apa latar belakang anda.
Siapapun di dunia ini dapat mencapai kesuksesan dengan program :
‘Travel and Earn’ dari TVI.

Apa saja yang anda terima Sebagai Distributor?
  1. Liburan 6 malam/7 hari di salah satu hotel berbintang 3-5
  2. Hotel/Resort di seluruh penjuru dunia (tidak termasuk pajak)
  3. Tiket pesawat gratis*
  4. Diskon untuk berbagai deal perjalanan,
termasuk :
      + Tiket Penerbangan                    + Tiket Cruise
      + Rental Mobil                             + Negosiasi Hotel
      + Deal disaat mendadak               + Asuransi Perjalanan
* Untuk pembelian satu tiket ke satu tujuan anda dapt memperoleh satu tiket gratis ke tujuan yang sama tanpa bayar.(berlaku hanya untuk penerbangan domestik dan tidak termasuk pajak)


Fasilitas yang anda terima Sebagai Distributor? 
  1. Akses seumur hidup pada program dan promosi kami.
  2. Replika Website Gratis
  3. Akses gratis ke Business Tools yang berkualitas tinggi
  4. Virtual Office untuk pengelolaan bisnis online anda.


Kebutuhan akan adanya PRODUK yang real
Deal-deal perjalanan adalah suatu kebutuhan yang nyata di pasaran. Produk terbaik di dunia sekalipun akan sia-sia bila tidak ada peminatnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup di seluruh dunia, industri traveling menunjukan tidak ada tanda-tanda penurunan, dan bahkan cenderung melewati batas horison.
Semua orang sepertinya berusaha untuk berhemat ketika berlibur maupun ketika sedang dalam perjalanan bisnis. Anda dapat merebut keuntungan dengan memberikan apa yang mereka inginkan.

Saat bergabung menjadi member TVI,
~ TVI memperhatikan Uang, Kualitas dan Waktu anda ~

Keuntungan yang di dapat saat bergabung adalah:
   1. Revolving Matrix
   2. Residual Income
   3. Power Pool
   4. Incentives 

BUKTI TVI NYATA: Cek di Youtube:
 1. Penghargaa $ 10.000 oleh TVI (Surabaya-JaTim)
 2. TVI EXPRESS disiarkan di TVRI (nasional tv indonesia)

Kunjungi website TVI EXPRESS:
1. http://www.tviexpress.com (rudy: 081.233.706.567)
2. http://www.tviexpress.com (ugik: 081.913.144.454)
3. http://www.tviexpress.com (hari: 085.648.312.100).

Berminat? email ke:
      + minatkerja77@yahoo.co.id
      + prajogo99@yahoo.co.id  

APA KATA ORANG EXPERT, tentang network marketing ?

“Saya pikir network marketing sudah tumbuh dewasa. Sudah tak terbantahkan bahwa ini adalah cara yang layak untuk menjadi entrepreneur dan mencapai kebebasan finansial untuk jutaan orang.”
– Interview in Network marketing Lifestyles
Dr. Stephen R. Covey

“Investasi terbaik yang pernah saya lakukan...”
Warren memiliki 51 jenis usaha saat ini, 3 diantaranya adalah Perusahaan Network Marketing.
– Billionaire Investor dan orang terkaya di dunia.!
Warren Buffet

“Industri anda mempromosikan nilai-nilai inti ke seluruh dunia dan memberikan kesempatan kepada banyak orang untuk berbuat yang terbaik dalam hidup mereka, dan bagi saya itulah jantung hati nya “ American dream”
– Mantan Presiden Amerika Serikat
Bill Clinton

“Bila anda sungguh-sungguh ingin belajar bagaimana caranya untuk kaya, anda haruslah memulainya dengan mengeahui dan memahami kekuatan yang ditemukan didalam network. Orang terkaya di dunia pun membangun Network."
– Penulis buku best selling, Rich Dad Poor Dad, dan banyak lagi judul buku lainnya.
Robert T Kiyosaki

“Bila saya kehilangan segalanya dan harus memulai lagi, saya akan mencari sebuah perusahaan network marketing yang besar dan mengerjakannya.!”
– Raja properti dunia dan seorang multi milyuner
Donald Trump